Beberapa tahun yang lalu, waktu aku masih jadi bocah yang duduk di bangku Sekolah Dasar, aku ga pernah benar-benar paham apa yang dimaksud dengan anak kos. Suatu kali, waktu aku sedang bermain di rumah seorang teman, aku melihat foto kakaknya berada di sebuah kamar, dengan nasi bungkus di tangannya, tersenyum ke arah kamera. Barang-barang di sekelilingnya khas anak kos: kipas angin, buku dan diktat bertumpuk, dan sprei buluk. Yang ada dalam pikiranku pada saat itu adalah: “oh mungkin si kakak habis dari acara apa gitu, makanya makan nasi bungkus,” karena, dengan pikiran anak SD yang sederhana pada saat itu, nasi bungkus itu identik dengan acara-acara tertentu. Paling tidak seperti itulah kebiasaan di rumahku, kalau Ayah atau Ibu ada acara di kantor, maka jatah nasi bungkus mereka akan dibawa pulang dan kami akan makan bareng di rumah. As simple as that.
Dan inilah aku, sekarang, bertahun-tahun setelah melihat foto itu, sama sekali lupa bahwa dulu ada saat-saat di mana aku sama sekali tidak mengerti mengenai konsep hidup yang notabene sedang aku jalani sekarang. Hidup dalam sepetak kamar, hampir setiap hari makan nasi bungkusan (aku ga bisa masak, so bite me), dan dikelilingi dengan barang-barang buluk dan bertumpuk yang menjadi saksi bisu kehidupanku selama hampir 5 tahun di Jogja. And… News flash: jadi anak kos itu ga enak. Ga ada yang pernah bilang enak, yakin deh. Yang jelas, ga jauh lebih enak jika dibandingkan dengan tinggal di rumah bersama keluarga. Apalagi menjelang Ramadhan seperti ini, ga ada yang mengalahkan kehangatan rumah dan seisinya, bahkan pada jam 3 dini hari sekalipun.
Tapi seperti yang dikatakan pepatah, alah bisa karena biasa. Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan kali kelima aku berada di Jogja, kali kelima aku sebagai anak kos. Bismillah, siap tempur. Tapi tetap semangat untuk mudik menggebu, tidak luntur.
saya bilang enak kok waktu masi ngekos di jakarta. sekarang juga ngekos sih. kenapa? karena bisa bebas. saya bisa bebas melakukan hobi saya. tapi yah, karena hobi saya berpotensi membuat saya hikki/autis/punya dunia sendiri, harus diimbangi dengan hal yang lain.
tapi memang, ga ada yang bisa mengalahkan nyamannya rumah, enaknya masakan mama….aaaaaa….bulan depan pulaaaannnnggg #numpanggalau
Kehidupan Ramadhan di Joga tetap menyisakan kenangan yang terindah pada diriku sekarang. Bangun di subuh hari, ada seorang teman yang sultnya minta ampun untuk dibangunkan. Aku tak tahu dimana dia sekarang. dulu biasanya saya dan seorang teman pergi ke rumah penduduk yang ada warung makan di dalamnya.Bila tidak naik sepeda kami berjalan sedikit ke sana. Sore harinya saya pergi takjilan ke musholah terdekat, dan ini yang saya tidak temui di kota-kota lain. Kemampuan warga jogja untuk menyediakan takjilan sebulan penuh walaupun cuma musholah yang kecil. Berbeda dengan di kota saya, hanya satu masjid terbesar yang sanggup melaksanaknnya, itupun dengan bantuan pemerintah. Di Jogja jangankan masjid terbesar, musholah terkecil sanggup melaksanakannya. Padahal kondisi ekonomi masyarakat Joga jauh dari rata-rata cukup. Kadang saya ingin menjadikan langgar kecil di kota saya seperti itu, tapi belum bisa mewujudkannya. Mungkin sampai kiamat tidak terwujud. Oh Joga, kemiskinan tidak menjadikanmu terhalang untuk takjilan gratis anak kos.
Selamat berpuasa, Karin
nantinya, kamu akan ngerti juga kenapa ibu itu nggak pernah ngantuk kl lg nyiapin sahur…i learn that today, my first time nyiapin sahur buat orang lain,,,dan ternyata emang jd gak ngantuk sama sekali,,
ah … ya … menjadi anak kosan itu menyedihkan ….
… bahkan mau masak pun sungkan … semoga kuat menjalani puasa sebagai anak kos
Selamat menjalani hidup sebagai anak kos… nggak gakenakgakenak kali lah… dibikin happy aja.
Salam *anak kos juga, eh lebih tepatnya anak kontrakan…
Btw, sukses untuk mudiknya
sukses juga untuk ramadhannya…
wuah pasti gak enak tuh bener banget, apalagi di bulan ramadhan. harus buka dan shaur cari sendiri, hihihi. tetep semangat ah ya, moga berkah shaum nya dan lancar, amin..
Heeey! Saya menganggap ngekos itu enak!
Enak tahu, sekali-kali jauh dari ortu bagi saya sebuah tantangan sekaligus kenikmatan.
selamat berpuasa, di jogja kos di daerah mana? bulan kemaren q baru aja ke jogja
Untuk urusan kenyamanan hidup memang 1-0 buat rumah vs kos tapi untuk urusan kebebasan jelas kos menang telak, jadi fifty-fifty deh buat aku
Nikmati jha jadi Anak Kos ^_^
ngekos itu awal dari sikap mandiri….
semangat…
salam kenal..
salam kenal….blog wallking malam2 hehehe..
berkunjung balik yaaa…..
dan buat teman yang lain salam kenal all………..main2 ke tempat gue yaaa..
Update blognya dong qaqa….
mampir2..
keren … kuat sekali kamu menghadapi hidup yang berat itu
Salam, sobat Karin saya pindah blog address di https://endralive.wordpress.com, smg silaturahmi kita brkelanjutan sobat. Keep writing then sharing ^_^
hemm berbagi pengalaman., haha