Di tengah-tengah usaha pengerjaan proposal skripsi yang sampe sekarang baru jadi dua halaman, aku memutuskan untuk beristirahat sejenak. Sudah penat, hehe, padahal baru jadi sedikit. Iseng-iseng, blog walking. Dulu ada beberapa blog yang selalu aku kunjungi dan sebisa mungkin aku komen, walaupun ga selalu. Blog teman-teman lama. Beberapa mungkin malah sahabat terbaik yang pernah aku punya. Tapi akhir-akhir aku sudah jarang mengikuti update di blog mereka, bukan karena apa-apa, tapi karena aku memang jarang menyentuh laptop. Dan hanya online twitter dan facebook di hape. Karena setiap menyentuh laptop ada phobia sendiri, pressure yang berteriak di telingaku bahwa jika aku membuka laptop, itu berarti aku harus mengerjakan skripsi. Dan karena itu aku terus-terusan menghindari membuka laptopku. Hehe karena masih pengen menunda-nunda.
Akhirnya, hari ini, setelah buka laptop lagi, walaupun baru jadi 2 halaman, aku memutuskan untuk menghadiahi diri dengan istirahat sebentar dan kemudia blogwalking itu. Dan membaca-baca lagi tulisan orang-orang yang dulu hampir selalu kubaca. Ada rasa yang lain muncul di hati. Merasa jauh dari mereka karena waktu dan jarak yang memang memisahkan kami, dan tulisan-tulisan mereka yang aku tidak terlalu mengerti tentang apa, karena kami memang menjalani hidup yang berbeda, di tempat yang berbeda pula. Namun tetap ada perasaan dekat karena aku tahu mereka masih orang-orang yang kukenal waktu kami masih jauh lebih muda. Dari tulisan-tulisan mereka, aku melihat betapa waktu bisa mengubah seseorang. Beberapa teman dan sahabat yang blog-nya kubaca, tampak lebih dewasa dalam menuliskan perasaan-perasaan mereka. Blog mereka masih tentang yang itu-itu saja, sama sepertiku. Hal-hal romantis, curhat karena tertimpa musibah, ataupun kata-kata motivasional yang entah ditujukan untuk orang lain atau diri sendiri. Overall, aku tetap merasa mereka berkembang, mereka semakin dewasa. Tulisan-tulisan mereka begitu serius, tidak ‘kekanak-kanakan’ seperti yang kadang kutemui di blogku sendiri.
Hari ini, di twitter-ku, aku menulis: “I’m improved, I’m not the person who I used to be, the person that (you thought) you know.” Tapi benarkah aku juga menjadi dewasa seperti juga waktu mendewasakan mereka? Begitu banyak perubahan dalam hidup, baik atau buruk, aku selalu berusaha untuk mensyukuri. Dalam hal itu, aku pikir aku jauh lebih baik jika dibandingkan aku beberapa waktu yang lalu. Hanya itu saja yang aku sadari berubah dari diriku. Sementara mereka? Entahlah, mungkin memang sudah waktunya menanggapi hidup dengan lebih serius, seperti yang tersirat dari tulisan-tulisan mereka. Untukku, mungkin sudah waktunya aku bersungguh-sungguh memprioritaskan tugas akhirku. Karena aku tahu aku tidak mungkin selamanya seperti ini. Membaca tulisan mereka seketika menimbulkan pemikiran baru di kepalaku. Dan betapa herannya aku, sejauh apapun mereka, tetap masih saja memberikan pengaruh yang berarti dalam hidupku.
Kita memang tidak selalu menjalani kehidupan dan hubungan yang mulus. Kita pernah bersitegang, berselisih paham, menjadi sangat dekat dan kemudian sangat-sangat jauh. Namun jika kamu bertanya “siapa mereka?”, kamu tentu akan menyadari bahwa salah satunya adalah dirimu sendiri. Sebesar apapun konflik dan buruknya hubungan yang pernah kita hadapi, kamu tetap mendapat tempat penting dalam hatiku. Terimakasih, tulisanmu/kalian sangat inspirasional.