Tag Archive | birthday

Beginilah Rasanya Berusia 21

Rasanya? Sebetulnya biasa aja. Yah, sama aja lah kaya kemaren, cuma berubah tanggal doang. Cuma meresmikan usiaku aja, dengan datangnya tanggal 1 itu. Meskipun begitu aku tetap senang. Bukan karena nambah umur (atau berkurang umur?), tapi karena orang-orang yang memberikan perhatian dengan memberikan ucapan dan doa. Doa sih sebetulnya yang paling penting. Dan kesediaan mereka untuk meluangkan waktu beberapa detik sekedar mengucapkan selamat ulang tahun, happy birthday, selamat milad, selamat hari lahir, maligayang bati, dan macam-macam lah istilahnya tapi artinya buatku cuma satu: happiness. Mudah-mudahan semuanya didengar dan dijawab oleh Yang Maha Kuasa, aamiin. :)

Oh iya, tambah senang juga karena yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Udah lama dipantengin, bolak-balik dicek. Ada ga ya? Ada ga ya? Ada kali setengah jam, tapi waktu yang ditunggu itu datang rasanya plong gitu. Meskipun tambah deg-degan juga. Rasanya pengen bilang “sudah satu ini saja pun cukup rasanya”. Apakah itu? Haha, rahasia sajalah. Biar waktu nanti yang jawab. (sok misterius dan benar-benar minta ditimpuk)

Anyhooow, mumpung lagi nulis post, sekalian saja lah saya bercerita. Emang ga nyambung sama judul tulisan ini, tapi sekalian ajalah daripada bikin 2. Soalnya aku lagi pengen pamer foto, kemaren jalan-jalan ke ulen sentalu (bukannya mikirin skripsi!), bareng Rani dan Andin, plus Mas Dani dan Bang Rizza yang ceritanya temen-temennya Bayu yang merupakan pacar dari Andin. Bayu-nya malah ga ikut, tiba-tiba ada acara apa gitu. Ini beberapa yang menurutku lumayan bagus dari kameranya Rani. Aku udah minta yang dari kameranya Mas Dani tapi belum sempet diambil. Lengkapnya ntar tungguin di facebook aja. Tapi entah kapan ke-upload. Yang jelas bukan aku yang bakal ngupload. Hehe…

il

Beginilah cewek-cewek yang sering khilaf kalo lagi narsis...

Niatnya bikin tangga tapi kayanya aku dan Andin jadi kayak nahan pipis gitu.

Group photo, sehabis minum minuman yang konon membuat awet muda, yang hampir semuanya ditenggak habis Mas Dani.

Yah, begitulah, lumayan asik kemaren. Terima kasih untuk Mas Dani dan Bang Rizza yang mau nemenin kita-kita yang masih muda-muda ini.

Sekarang apa? Oh iya, kan aku masih ulang tahun! Haha, doaku, semoga aku tidak pernah lupa bersyukur. Semoga bisa menyelesaikan apa-apa yang menjadi prioritas saat ini dan tidak dengan mudah ter-distract hal-hal yang tidak menjadi prioritas (atau belum, mungkin akan di masa depan). Aamiin…

Terima kasih buat yang sudah membaca dan juga sudah mendoakanku di hari lahirku ini. It may just a simple thing for you to do, but it means THE WORLD to me!

Yihii, 21 tahun!!

Thailand!!

 

Thailand (127)

the group photo at Karan Beach, Phuket

Yay! I just got back from my 5 days trip to Thailand, Bangkok and Phuket. I went to Bangkok with Grace, Sita, and Amal. All are exchange students at NUS. At first, we were afraid because the unstable condition of politic in Thailand, especially in Bangkok. But as soon as we arrived in Bangkok, we completely forgot that there were riots just a while before we arrived there. Maybe because it was also Songkran holiday, the new year for Thai people. Soon four of us had so much fun shopping at Cathucak market. I kinda regret the fact that I only stayed there for one and a half day. So I didn’t get to visit good places in Bangkok.

The second night we spent in the bus, 12 hours from Bangkok to Phuket. We arrived early in the morning and met up with the rest of the group. They were Alvin, Yushi, Josef, Roy, Monse, John, Jesse, Ashley, Morten, Carmen, and Jennifer. We swam in Karon Beach and Kata Beach for that first day in Phuket. I shared room with Grace in the Pineapple Guesshouse, the hostel where we stayed. The next day, we went to Phi Phi island, around 2 hours from Phuket. We stayed in Tropical Garden Guesthouse and I was so glad when I had my lunch there because the owner is a Muslim, and they served me a Phad Thai (Thai noodle), the best that I ever had on my trip in Thailand. We did a half-day sunset tour to Monkey Beach (where we did not see any monkey), Phi Phi Lay (kick-ass place to snorkel, according to Lonely Planet), and Maya Beach (where Leonardo DiCaprio’s  “The Beach” was filmed). Sisi caught up with us as she arrived in Phuket and took the boat to Phi Phi. That day, our group was complete, 16 people. That night I shared room with Roy and Josef, because Alvin made me do that. But Roy said, among all the girls, I am the most possible person to share room with them. Well, nothing happened. Except Josef and Roy did a lot of gay things in front of me. Oh, and it was also Roy’s birthday. Jesse, Monse, John, Roy, Josef and I were talking and fooling around in our room to celebrate Roy’s birthday.

The next day, we took the boat from Phi Phi back to Phuket. We didn’t do any beach things anymore. Just wandered around Phuket and bought some souvenirs (I didn’t get any, I had enough shopping in Bangkok). Around 4.30 PM, Most of them headed to the airport, they were Yushi, Josef, Monse, Alvin, John, Jesse, Ashley, Morten, and Roy. While Amal, Sita, Sisi, Carmen, Jennifer, Grace, and I stayed for one more night. That night we went to Central Festival, a mall in Phuket. We took Tuk-Tuk to get there. We didn’t really buy anything but we managed to find a cheap food inside the mall.But some of them were really spicy. Grace didn’t finish her meal, and Amal and I also couldn’t finish our mango salad.

We left for the airport really early in the next morning. But Sisi still stayed there for one more night. I was so tired but I also had fun in the trip. That was my final trip while I’m in Singapore, and also the last trip with the exchange students.

Now I have to focus with my final exams. I can’t believe I’ll be having my first exam in 15 hours from now. Gyaaaa!!!

20 years old, me!

Yess, that’s my age now. Tua ya? Haha… Tidak terasa Allah telah memberikanku 20 tahun untuk menghirup oksigen-Nya, merasakan nikmat-Nya, dan menjalani semua cobaan yang Dia berikan yang membuatku tambah dewasa (hm, iyakah?). Tahun ini, 1 Maret aku jalani dengan biasa-biasa saja. In fact, I didn’t even interact with anyone. I woke up in the morning, checked my facebook account, wrote on everyone’s wall (yang mengucapkan selamat ulang tahun tentunya), and I left for library and lunch, and then back to my room, stayed there until the end of March 1st. Sad? A bit. Tapi pada akhirnya aku menyadari bahwa semakin tua, ulang tahun sudah semakin tidak istimewa. Ya, sama saja dengan hari-hari biasanya. Bukan lagi hari yang digunakan untuk hura-hura atau berpesta. Tapi untuk merenungkan apa saja yang sudah terlewatkan, dan apa yang mau dilakukan untuk masa depan (hadoh jadi serius gini). But seriously, I’m getting older. Not teenager anymore. I think it’s time for me to seriously consider what I am going to do for my life. So I started writing down my goals for life in my diary. Hm, not gonna spill it here though. But the point is, I just realized that there are lots of things I need (and I want) to achieve in my life. And I’d better start doing it now or I will be running out of time. No one knows when they are gonna die. Neither do I. Maka aku ingin memanfaatkan waktu yang tersisa (yang sudah semakin berkurang ini T_T) untuk melakukan hal-hal yang lebih berguna.

Pada tanggal 1 Maret 2009 itu, aku merenung sendirian. Menulis dan terus menulis mengenai apa yang sudah dan ingin aku lakukan. Ironic, I spent so many times in my life, 20 years, tapi masih sedikit sekali yang sudah kucapai. Pada tanggal 1 Maret 2009 itu, aku bersedih. Bukan karena jauh dari keluarga. Bukan karena jauh dari teman-teman. Tapi karena aku menyadari bahwa waktuku semakin berkurang. Tidak terhitung berapa banyak waktu yang aku sia-siakan, yang sebetulnya bisa dipakai untuk mengerjakan sesuatu yang lebih bermanfaat. Aku tidak mau membuang lebih banyak waktu lagi.

Selamat hari lahir, Rin… Jadilah lebih baik.

penyakit yang menyertai perayaan

Saat ini, aku sedang ada di rumah, di kampung halaman, di kota Bengkulu, untuk merayakan liburan Lebaran yang dengan baik hati diberikan oleh jurusan HI UGM selama kurang lebih dua minggu. Seperti anak rantauan yang tidak punya uang lainnya, aku dengan bahagia menikmati semua yang bisa dinikmati di rumah. Makanan enak, tontonan yang beragam, kamar yang luas dan nyaman, dan kebebasan dari bersih-bersih dan cuci-cuci. Semuanya dengan gratis-tis-tis-tis.

Sayangnya kepulanganku ke kampung halaman tidak melulu disertai dengan kebahagiaan. Rupanya di Bengkulu lagi mewabah penyakit jahanam, dan penyakit itu disebut muntaber. Bodohnya, aku ga hati-hati dan ketika aku berbuka puasa sambil reuni dengan teman-teman lama, tanpa sengaja aku telah menelan makanan yang membawa penyakit itu ke dalam tubuhku. Alhasil, malam takbiran kuhabiskan dengan bolak-balik kamar mandi, buang hajat dari bok*ng, dan buang isi perut dari mulut. Bolos puasa terakhir, dan bolos solat ied. Sedihnya…

Tapi untungnya aku bisa cepat sembuh berkat tubuhku yang bertulang baja dan berotot besi (hm kayanya itu gatotkaca deh, bukan aku…). Dua hari setelah Lebaran aku sudah bisa lompat-lompat lagi dan bermalas-malasan lagi. Hanya saja penyakit yang tidak mengenakkan itu bikin aku jadi hati-hati kalo makan. Mumpung masih di rumah, sebisa mungkin aku selalu makan di rumah. Ibuku yang setia memasak sesuatu yang enak di rumah pun selalu mengingatkan anak-anaknya (aku dan adik-adikku) untuk ga sering-sering jajan apalagi yang kotor. Meskipun beberapa kali makan siang di luar bersama dua sahabat berkepala bulatku (hehe), tapi aku selalu mencoba mencari tempat makan yang bersih.

Nah, sembuhnya aku, tidak berarti akhir dari cerita tragis yang menyedihkan ini. Hari ini, 8 Oktober, adik laki-lakiku yang bernama Deza berulangtahun ke 17. dan coba tebak, dengan apakah dia merayakan itu?? yap, tepat sekali, MUNTABER!!! Dua hari sebelum ulangtahunnya, Deza menjual jiwa dan kesehatannya dengan makan mie ayam pangsit yang memang enak, namun tidak terlalu higienis. Pulangnya, si bocah bandel itu B.A.B. berkali-kali, dan puncaknya, pada malam sebelum ultah, dia mengeluarkan semua isi perutnya dengan indah, disertai dengan omelan ibuku yang kemudian mondar-mandir dengan panik mencari obat. Well, muntaber, terima kasih telah mewarnai beberapa perayaan di keluarga kami akhir-akhir ini.

aku yang selalu ceria, dan deza yang lemas kehabisan cairan

aku yang selalu ceria, dan deza yang lemas kehabisan cairan

Anyway, selamat ulang tahun yang ketujuh belas untuk si dogol!! (itu juga kalo dia baca blog ini)

Bye bye for now…