Tag Archive | toefl

kebodohanku

So I thought I’m really good at English. Mengingat aku sekarang sedang berada di luar negeri di mana bahasa yang digunakan bahasa Inggris, dan sudah pasti teruji karena untuk mendapatkan beasiswa yang sekarang ini dibutuhkan bahasa Inggris yang oke punya yang dibuktikan lewat sertifikat TOEFL. Tapi jangan kira aku tidak bisa melakukan kesalahan. Berikut beberapa kebodohanku yang tidak disangka bisa kulakukan (yah moso orang jenius kaya gini bisa kliru, hehe) dan kalo diinget-inget sampe sekarang rasanya malu abis minta ampun. Hehe…

1) di rumah kosku di Jogja, ada seorang bule dari Australia yang menjadi teman dekatku, namanya Sally. Aku dan dia sering mengobrol untuk sama-sama melatih kemampuan bahasa kami. Aku berlatih bahasa Inggris, dan dia berlatih bahasa Indonesia. Suatu hari, aku sedang di kamarnya. Waktu itu sudah cukup larut, dan berikut kira-kira dialog yang terjadi antara kami.

Sally : Kalau kamu sudah ngantuk, tidur di sini saja tidak apa.

Aku : No, I’m going back to my room soon. I don’t want to sleep with you. (maksudnya, ga mau tidur bareng di kamarnya geto, kan ntar ngeganggu dia)

Sally: OF COURSE YOU SHOULDN’T. (sambil ngakak dan tampangnya ngeledek gitu)

Sepersekian detik kemudian aku menyadari bahwa kata “sleep” yang kupakai bisa berarti ambigu. Terus aku jadi istighfar sendiri dalam hati.

2) aku sedang main ke salah satu kamar teman di asramaku di sini (NUS). Pintu kamarnya terbuka. Kami lagi asyik ngobrol ketika salah seorang teman yang lain lewat dan menegur kami sambil berdiri di ambang pintu. Namanya Morten.

Morten: Hey.

Aku : Hey Morten! Where do you from? (maksudnya mau nanya dia abis ngapain gitu)

Morten: Norway? (dengan nada heran, menyebut kampung halamannya)

Aku langsung nepok jidat keras-keras. Dengan gobloknya menyadari bahwa “where do you from” dalam bahasa Inggris artinya ya pertanyaan soal asal orang itu. Karena kan dalam bahasa Indonesia “kamu dari mana?” juga bisa merupakan pertanyaan basa-basi yang dipake kalo mau nyapa orang. Belum sempat memperbaiki kesalahan, si Morten udah keburu ngelenggang pergi, mungkin dalam hati berpikir “aneh banget nih si Indonesia satu ini?”.

3) ada seorang teman sekelasku di NUS, namanya Therese. Aku sempat meminjam uangnya untuk suatu keperluan (waktu aku lagi miskin-miskinnya dan duit beasiswa dari TF belum turun). Aku pun meng-sms dia untuk ngasih tahu soal uangnya itu.

aku: hey Therese. Are you busy tomorrow? I want to change your money.

Therese: Sure, I’m not busy. Eh, you mean you want to return my money?

Terus aku diam seribu bahasa baca balesannya. Ternyata aku salah pilih kata. Change maksudku di situ mengganti, yaitu mengganti uangnya yang sudah kupakai. Tapi change dalam bahasa Inggris kan dipakai kalo ngomongin mata uang. Goblok banget. Mungkin Therese berpikir, “change? emang itu dollar Singapur mau di-change ke Rupiah maksudnya? dasar Indon edan”.

4) suatu hari, aku ikut merayakan ulang tahun temanku di salah satu flat teman yang lain. Rame banget dan kita ngobrol-ngobrol seru gitu. Sampai suatu ketika aku niatnya becanda sama salah seorang dari mereka, namanya Edison. Sebelumnya si Edison ini emang udah heboh-heboh gitu dan udah dikata-katain abis-abisan, jadi aku tambah pengen ngebecandain.

Aku: Hey, Edison. Come come… Come to Mam… (belum selesai udah dipotong)

Si X (lupa siapa yang ngomong) : what? Are you about to say “come to Mama”??

Aku: (cuma bisa cengengesan)

Semua : wowowowowowow, oh Karin has a thing for Edison!!!

Si Y (lupa juga siapa) : oh no, he’s taken!! aaawww…

Trus semua heboh aja gitu sorak-sorak. Aku lemes. “Kampret dah ah” cuma bisa misuh dalam hati. Maksud hati mau ngeledekin si Edison, malah jadi senjata makan tuan.

Hm… Sebetulnya masih banyak kebodohan-kebodohan dalam penggunaan bahasa yang aku lakukan. Kalo diinget-inget malah bikin tambah malu. Haha… Kasihan juga guru bahasa Inggrisku yang udah capek-capek ngajarin dari sejak aku masih ingusan dulu. Paling cuma bisa geleng-geleng kepala kalo ngeliat kelakuanku dalam berbahasa Inggris sekarang. Iyah, yang boleh dipublish segini aja deh ah kebodohanku. Nanti kalo kubongkar semua malah dikira retarded pula aku. Hoho… But hey, nobody’s perfect! (artinya: tak ada gading yang tak retak)

Yuuuk ah!